Minggu, 22 Juni 2014

SEJARAH SENI LUKIS


SEJARAH SENI LUKIS INDONESIA

Kesenirupaan yang berkembang di Indonesia tidak banyak diketahui. Hal itu karena karya tulis yang mengupas perjalanan seni rupa masih sedikit dan terbatas pada kalangan akademis. Namun seiring peerjalan waktu dan kemajuan teknologi, sejarah seni rupa di Indonesia mulai jelas. Secara singkat perkembangan kesenirupaan khususnya seni lukis di Indonesia meliputi seni prasejarah, sejaraseni Indonesia-Hindu, seni Indonesia-Islam, dan seni Indonesia Modern.
1. Seni Lukis Zaman Prasejarah Indonesia
Pada zaman prasejarah, seni  lukis memegang peranan penting karena setiap lukisan mempunyai makna dan maksud tertentu. Pada zaman tersebut lukisan dibuat pada dinding-dinding gua. Ditandai dengan menempelkan tangan di  dinding gua, lalu disemprotkan dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna. Teknik menyemprot ini dikenal dengan nama aerograph. Selain itu, media lain dalam pembuatan seni lukis menggunakan media tanah liat. Pewarna yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami seperi mineral dan lemak binatang. Pada umumnya tujuan dari pembuatan seni rupa pada zaman ini adalah bersifat magis.
Salah satu conoth karya lukis yang dihasilkan pada zaman prasejarah dapat dilihat di Gua Leang-Leang  Pattakere di Maros, Sulawesi Selatan. Lukisan tersebut menggambarkan adegan perburuan . selain itu, ada juga lukisan pada dinding-dinding gua di pantai selatan Irian Jaya (papua). Lukisan yang terdapat pada tempat tersebut menggambarkan tentang nenek moyang.  Hal yang menarik perhatian pada lukisan di tempat tersebut yang tersebar di daerah yang am,at luas itu adlah siluet tangan yang terdapat di manamana. Cap tangan ini terdapat pula di Sulawesi Selatan, pada lukisan di tebing batu diteluk Sulaeman Seram, di teluk Berau Papua, dan di pulau Arguni dan kepulauan Kei. Selain motif bayngan tangan, motif yang terdapat di banyak tempat ialah sosok maunisa, perahu, matahaari, bulan, burung, ikan, kura-kura-manusia, kadal kaki, dan babi rusa.
2.  Seni Lukis Zaman Hindu Klasik Indoensia
Setelah zaman prasejarah berkhir, bangsa Indonesia telah memiliki berbagai macam keahlian seperti pembuatan batu besar berbentuk piramida beurndak, seni tuang logam, pertanian dan peralatannya, seni pahat, serta pembuatan batik yang dikembangkan dengan menambah unsur-unsur baru pada awal masuknya pengaruh Hindu. Zaman ini meupakan babak baru dalam periodisasi kebudayaan Indonesia dan dapat dikatakan sebagia zaman sejarah karena pada zaman ini telah ditemukan peninggalan berupa tulisan. Hal inio terjadi karena kebudayaan di Indonesia telah terjadi kontak dengan kebudayaan di India. Tema agama merupakan tema yang umum dijumpai pada masa ini, selain tema mitologi, legenda dan cerita sejaarah. Contohnya adalah lukisan Bali Klasik yang berisis cerita Ramayana dan Mahabarata. Gaya yang dipakai pada pahatan dinding candizaman Majapahit adalah gaya eayang dengan komposisi bidang mendatar yang padat dan sarat akan stilasi. Warna lukisan terbatas pada warna-warna yang dapat dicapai bahan alami seperti kulit penyu, daun-daunan, tanah dan jelaga. Lukisan pada umumnya dibuat pada kain memanjang tanpa bingkai, dan tampak seprti gulungan. Seperti juga pahatan dinding candi dan gambar lontar, fungsi dari lukisan Bali Klasik adalah sebagai media pendidikan sesuai dengan ajaran agama atau falsafah hidup zaman Hindu.
Seni lukis di Bali mulai berlangsung ketika kebudayaan Hindu Jawa Timur terdesak oleh kebudayaan Islam. Keberadaan seni lukis yang menyatu dan berakulturasi dengan kebudayaan Hindu menjadi khas dan dikenal oleh berbagai negara hingga kini. Perkembangan seni lukis Hindu-Bali dapat diuraikan dalam tiga bagian, yaitu seni lukis Kamasan, seni lukis Pita Maha, dan seni lukis Seniman Muda.
3.  Seni Lukis Islam Indonesia
Seperti pada zaman Hindu, kesenian Islam di Indonesia berpusat di istana. Seorang seniman tugasnya tidak semata-mata menciptakan karya seni, akan tetapi ia juga seorang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan dan filsafat, di samping mengenal cabang seni lainnya. Pada seni Islam, terdapat suatu pantangan untuk melukiskan motif makhluk hidup dalam bentuk realistis. Para seniman melakukan upaya kompromistis dengan kebudayaan sebelumnya. Dalam hal ini toleransi Islam mendukung proses kesinambungan tradisi seni rupa sebelumnya, tetapi dengan nafas baru, seperti hiasan dengan motif stilasi binatang dan manusia dipadukan dengan huruf Arab, baik dalam penerapan elemen estetis pada mesjid, penggarapan seni kriya, lukisan atau kaligrafi. Adapun pembuatan patung, dibuat demikian tersamar sehingga seolah-olah gambaran ini hanya berupa hiasan dedaunan atau flora. Biasanya lukisan dibuat sebagai hiasan yang menggambarkan cerita-cerita tokoh dalam pewayangan atau lukisan binatang candra sangkala dan tentang riwayat nabi. Adapun bentuk lukisan yang disamarkan seperti lukisan kaca yang berasal dari Cirebon.
4. Seni Lukis Indonesia Baru
Seni lukis Indonesia baru yang berkembang di Indonesia seperti juga kesenian pada umumnya tidak dapat sepenuhnya dipahami tanpa menempatkannya dalam keseluruhan kerangka masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Perkembangan karya seni lukis Indonesia dipengaruhi kuat oleh kekuatan sejarah. Seni lukis Indonesia baru berkembang setelah masa seni lukis Islam. dan seni lukis pada masa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan perkembangan senirupa indonesia dimana tokohnya seperti Raden Saleh, Affandi, Basuki Abdullah dan kawan-kawan yang sudah saya pernah posting sebelumnya dan bisa anda baca disini.

Macam-macam Seni Lukis berdasarkan tujuan pembuatannya

Dalam membuat sebuah karya seni lukis, para seniman memiliki berbagai macam tujuan dan alasan pembuatan karya tersebut. Tujuan-tujuan yang dipilih oleh para seniman antara lain tujuan religius, magis, simbolis, estetis, komersil, dan ekspresi.
a.       Seni Lukis untuk Tujuan Religius
Seorang seniman yang memiliki tujuan religius menjadikan lukisan yang dibuatnya sebagai pengabdian yang ditunjukan kepada Tuhan, nenek moyang, atau para dewa, baik politheisme atau monotheisme. Salah satu bentuk lukisan yang dibuat dengan tujuan religius adalah lukisan pada gua leang-leang di Maros, Sulawesi Selatan.
b.      Seni Lukis untuk Tujuan Magis
Seorang seniman yang memiliki tujuan magis menjadikan lukisan yang dibuat untuk mendatangkan magis atau sihir. Lukisan ini bersifat primitif. Akan tetapi, pelukis modern juga banyak yang melukis tema dan motif primitif agar menimbulkan kesan magis. Mereka menganut paham primitivisme. Seniman-seniman yang banyak melukis tema dan motif primitif banyak terdapat di Bali.
c.       Seni Lukis sebagai Tujuan Simbolis
Seorang seniman yang memiliki tujuan simbolis melakukan kegiatan melukis untuk melambangkan suatu cita-cita kehidupan pribadi atau kelompok. Misalnya, cita-cita berupa kebahagiaan, kedamaian, kekuatan, dan kehendak positif yang bermanfaat bagi manusia. Contoh lukisan yang dibuat dengan tujuan simbolis adalah lukisan kepahlawanan Pangeran Diponegoro karya Basuki Abdullah.
d.      Seni Lukis untuk Tujuan Estetis
Seorang seniman yang memiliki tujuan estetis akan melukis dengan sematamata mengutamakan rasa keindahan saja sehingga lukisannya dapat dinikmati sebagai penghias dekorasi. Contoh lukisan yang memiliki tujuan estetis adalah lukisan pemandangan atau lukisan kegiatan masyarakat.
e.      Seni Lukis untuk Tujuan Komersil
Seorang seniman yang memiliki tujuan komersil akan melukis dengan mengutamakan selera pembeli. Contohnya adalah para pelukis di jalan.
f.         Seni Lukis untuk Tujuan Ekspresi
Seorang pelukis yang melukis dengan tujuan ekspresi akan melukis untuk mengekspresikan perasaannya sendiri, tanpa melihat unsur-unsur lain. Di sini seniman benar-benar total mencurahkan semua ekspresi dan perasaannya ke dalam sebuah lukisan. Teknik yang dipakai pun beragam dan biasanya seorang seniman ini mempunyai teknik khas tersendiri.

BELAJAR DASAR MENGGAMBAR

BELAJAR DASAR MENGGAMBAR : Menguasai tehnik Arsir dan Gradasi

 
Menguasai teknik arsir dan gradasi adalah salah satu teknik dasar menggambar dengan pensil. Arsir gradasi akan membantu ketajaman mata agar mengenal tingkat intensitas cahaya sehingga dapat melihat daerah terang dan gelap suatu obyek. Latihan arsir gradasi juga sangat membantu ketika Anda membuat bayangan dari suatu obyek.
Beberapa langkah yangharus dilakukan saat belajar Arsir :
  • Berlatih teknik arsir gradasi dapat  mulai dengan membuat satu baris kotak.
  • Jumlahnya bebas terserah  seperti gambar di bawah ini. Kemudian arsirlah setiap kotaknya dengan satu jenis ukuran pensil.
  • Contoh kotak pertama diarsir dengan pensil 2H, kemudian kotak kedua diarsir dengan pensil H, dan seterusnya.
  • Ketika mengarsir semua dilakukan dengan tekanan yang sama.
  • Lihat perbedaan intensitas gelap terang yang dihasilkan setiap pensil.
  • Kemudian arsir gradasi dapat dihasilkan dengan cara lain yaitu buatlah beberapa baris kotak seperti gambar di bawah ini.
  • Lalu menggunakan beberapa jenis pensil, misalnya pensil B, 4B, dan 9B.
  • Arsirlah baris kotak bagian atas dengan pensil B, kemudian arsirlah setiap kotaknya dengan tingkat tekanan pensil yang berbeda.
  • Lihat intensitas gelap terang yang dihasilkan dengan pensil B. Kemudian arsirlah baris kotak bagian tengah dengan pensil 4B, dan berikan tekanan yang berbeda pada setiap kotaknya.
  • Begitu pun dengan baris kotak bagian bawah diarsir dengan pensil 9B dengan tekanan yang berbeda. Arsir gelap dengan tekanan paling kuat yang dihasilkan pensil B bisa hampir menyamai kualitas arsir pensil 4B, begitu pun dengan pensil 4B dengan tekanan yang kuat bisa menyamai intensitas arsir gelap 9B.
  • Dengan sedikit memberi tekanan, intensitas arsir yang dihasilkan pensil 4B bisa menyamai dengan intensitas arsir pensil B. Lakukan dengan berbagai macam jenis pensil lainnya sehingga tingkat kepekaan Anda pada intensitas cahaya dan gelap terang pada suatu obyek meningkat.
  • Latihan selanjutnya mencoba membuat komposisi bentuk dasar, kemudian pada setiap bentuk dasar memberikan arsir dengan tingkat intensitas yang berbeda. Buatlah kotak dengan berbagai ukuran dan bentuk yang sudah mengalami distorsi. Kemudian komposisikan kotak-kotak tersebut.
  • Disamping iyu juga dapat membuat komposisi bentuk dengan menggunakan bentuk dasar lainnya seperti lingkaran, segitiga, dan sebagainya. Selain itu dapat mengkomposisikan bentuk-bentuk dasar tersebut dengan cara yang berbeda.
  • Cobalah membuat berbagai macam sketsa lainnya, carilah berbagai ide komposisi bentuk lainnya, dan pilihlah sketsa yang disukai.
    Setelah membuat sketsa komposisi bentuk kotak, persiapkanlah berbagai jenis ukuran pensil, saya lebih suka menggunakan pensil ukuran keras seperti H terlebih dahulu untuk memberikan arsir terang pada kotak yang diinginkan, kemudian pada beberapa bagian masih dengan pensil yang sama saya memberikan tekanan yang lebih kuat sehingga memberikan arsir gelap.
    Setelah yakin pada kotak mana yang ingin saya arsir untuk daerah terang dan gelap maka gunakan pensil ukuran lunak seperti 2B.
  • Selanjutnya dapat melihat pada gambar dibawah dengan memberikan arsir gelap dan terang maka pada komposisi kotak terlihat ada suatu volume atau kedalaman. Pada saat menggambar suatu obyek Anda akan mengerti bahwa hanya dengan memberikan arsir gradasi gelap terang, maka obyek tersebut terlihat mempunyai volume dan intensitas cahaya yang berbeda.

Setelah membuat satu baris kotak arsirlah setiap kotaknya dengan berbagai jenis ukuran pensil misalnya 2H, H, B, 2B, dengan tekanan yang sama dapat melihat perbedaan intensitas gelap terang yang dihasilkan setiap pensil.

Buatlah beberapa baris kotak, kemudian setiap barisnya diarsir dengan pensil yang sama misalnya pensil B, tetapi arsirlah dengan
tekanan yang berbeda pada setiap kotaknya. Sehingga  akan menemukan pensil B bisa hampir menyamai kualitas arsir pensil 4B.

Latihan membuat komposisi bentuk dasar membantu melihat perbedaan intensitas gelap terang dari pensil. Carilah berbagai ide
komposisi bentuk dasar lainnya. Arsir gradasi juga dapat membedakan volume suatu obyek.
Contoh Menggambar Arsir Lampu
Kadang dapat menemukan satu jenis benda yang terbuat dari berbagai macam bahan material. Misalnya gelas ada yang terbuat dari bahan plastik, kayu, keramik. Atau kursi yang terbuat dari besi, alumunium, kayu, plastik, dan rotan.
  • Pada latihan menggambar arsir tekstur lampu, akan mencoba menggambar sebuah obyek dengan menggunakan berbagai macam arsir, sehingga dapat membayangkan kira-kira terbuat dari bahan material apa saja obyek tersebut.
  • Sebelum memulainya pilihlah salah satu objek yang menarik di sekitar Anda, kemudian gambarlah obyek tersebut dan arsirlah. Setelah itu gambar kembali obyek yang sama, kemudian gunakanlah berbagai macam arsir lainnya.
  • Seperti pada gambar lampu yand digunakan satu obyek lampu dan menggunakan berbagai macam arsir. Sehingga setiap gambar lampu menampilkan karakter bahan material yang berbeda.
  • Gambarlah berbagai macam obyek lainnya dengan menggunakan berbagai macam arsir dan tentukanlah bahan material benda tersebut.

Menggambar lampu dengan menggunakan arsir garis-garis pendek sehingga seperti menampilkan karakter
lampu yang terbuat dari bahan rotan.




Satu obyek lampu dengan berbagai macam arsir sehingga menampilkan karakter bahan lampu yang berbeda. Apakah kira-kira pada 4 gambar lampu di sebelah terbuat dari bahan material apa saja? Misalnya gambar lampu dengan arsir garis melingkar kecil-kecil lebih sesuai menampilkan karakter bahan apa? Apakah sesuai dengan kayu, besi, kain, karet,
dan lain sebagainya? Bermain-mainlah dengan imajinasi.
dari berbagai sumber
Eksplorasi Arsir Tekstur
  • Setiap benda yang ada di sekitar kita pasti mempunyai tekstur yang beraneka ragam.
  • Tekstur yang ditemukan tergantung dari material bahan yang membentuk tekstur tersebut.
  • Hanya dengan melihat, sudah dapat merasakan tekstur suatu benda, tetapi dengan merabanya maka ketajaman indra lebih meningkat.
  • Lebih dapat dirasakan tekstur dari benda tersebut. Tekstur permukaan kayu tentu saja berbeda dengan tekstur permukaan kain atau tekstur benda yang terbuat dari plastik.
  • Ketika menggambar suatu obyek, tidak cukup hanya dengan melihat obyek tersebut tetapi akan lebih baik jika memegangnya dan merasakannya. Dengan begitu mempunyai perasaan dan pemahaman atas keberadaan obyek yang Anda gambar.
  • Sebelumnya carilah benda-benda sekitar yang menarik teksturnya seperti kayu, kaca, kain, dan sebagainya.
  • Kemudian rabalah permukaan semua benda tersebut dan rasakanlah perbedaannya.
  • Setelah itu buatlah beberapa baris kotak yang ukuran dan jumlahnya bebas terserah.
  • Kemudian cobalah terlebih dahulu mengisi satu baris kotak dengan bermacam-macam arsir tanpa melihat sebuah obyek. Anda akan mengerti bahwa tanpa melihat obyek pun Anda dapat membuat berbagai macam tekstur dari arsir yang berbeda.
  • Setelah itu lihat dan rabalah tekstur berbagai macam benda. Pindahkanlah tekstur yang terlihat dalam bentuk arsir ke baris kotak lainnya.
  • Supaya latihan membuat arsir tekstur ini lebih menarik. Buatlah komposisi dari bentuk-bentuk dasar seperti gambar dibawah. Gambarlah banyak sketsa komposisi bentuk dasar
  • Gambar beberapa sketsa komposisi bentuk dasar. Setelah itu pilih sketsa dasar yang paling baik.
  • Lalu arsir dan gabungkan dengan berbagai macam arsir tekstur pada sketsa komposisi bentuk dasar.
    Walaupun menggunakan berbagai macam arsir tekstur, gambar diatas memperlihatkan kesatuan komposisi.
  • Latihan ini akan mengasah kepekaan untuk memahami suatu obyek yang memiliki ciri khas tekstur menarik, seperti tekstur kayu, bulu binatang, logam, kaca, dan lain-lain. Sehingga bisa menampilkan karakter dan tekstur obyek yang digambar pada kertas.

Berbagai macam tekstur yang dapat ditemukan di sekitar rumah Anda.

Komposisi berbagai macam bentuk dasar diarsir dengan beragam tekstur

CARA PEMBUATAN BATIK


Proses Pembuatan Batik Tulis

 
Menurut sejarahnya, batik berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad ke-17 yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Pada zaman tersebut, motif batik yang terkenal adalah motif hias binatang dan tumbuhan.

Menurut proses pembuatannya, tehnik membatik dibedakan menjadi batik tulis, batik printing, dan batik cap. Berikut ini adalah proses pembuatan batik tulis:

Alat- alat yang diperlukan:
  • Canting --> canting adalah alat untuk membatik. Biasanya terbuat dari bahan tembaga yang ujungnya menyerupai paruh burung
  • Gawangan --> adalah tempat untuk meletakkan kain yang akan dibatik. Gawangan dapat terbuat dari kayu atau bambu
  • Wajan --> berupa wajan kecil untuk mencairkan malam atau lilin. Wajan ini bisa terbuat dari tembaga atau tanah liat
  • Anglo / kompor kecil--> digunakan untuk memanaskan wajan
  • Malam/lilin --> malam batik terbuat dari campuran berbagai jenis bahan yang berupa gondorukem, lemak minyak kelapa, dan parafin
  • Bahan pewarna --> biasa juga disebut sebagai wedel atau tom

Proses pembuatan batik tulis:
  1. Siapkan kain, buat motif diatas kain dengan menggunakan pensil
  2. Setelah motif selesai dibuat, sampirkan kain pada gawangan
  3. Nyalakan kompor/anglo. Taruh malam/lilin ke dalam wajan dan panaskan wajan dengan api kecil sampai malam mencair sempurna. Biarkan api tetap menyala kecil
  4. Mulailah membatik dengan cara ambil sedikit malam cair dengan menggunakan canting, tiup-tiup sebentar biar tidak terlalu panas, kemudian goreskan canting dengan mengikuti motif yang telah ada. Hati-hati jangan sampai malam yang cair menetes diatas permukaan kain karena akan mempengarufi hasil motif batik
  5. Setelah semua motif tertutup malam, maka proses selanjutnya adalah proses pewarnaan
  6. Siapkan bahan pewarna di dalam ember, kemudian celupkan kainnya ke dalam larutan pewarna dengan menggunakan kuas, ulangi sampai beberapa kali.
  7. Tahap selanjutnya adalah proses penghilangan lilin batik dengan cara pengerakan dan melarod
  8. Tahap terakhir dari proses pembuatan batik ini adalah proses pencucian dan penjemuran.

CARA MENGGAMBAR DESAIN BUSANA


Cara menggambar desain busana

Anda tertarik untuk menggambar desain busana? Ayo simak cara dan prinsip-prinsip mendesain busana berikut ini.
Gambar Orang
Desain busana harus mampu menonjolkan gambar desain busana beserta rinciannya dengan baik. Oleh karena itu, gambar orang tidak perlu lengkap apalagi sampai mengaburkan gambar desain busana. Gambar orang yang diperlukan hanya  berupa siluet atau garis penegak yang berfungsi sebagai hanger atau penopang gambar busana. Bahkan, apabila gambar orang tidak ingin dibuat pun sebenarnya tidak apa-apa. Gambar orang hanyalah penunjang estetika yang tidak harus ada.
Prinsipnya, gambar orang sebagai penunjang ini terdiri atas dua bentuk dasar saja. Pertama gambar bentuk dasar perempuan dan kedua gambar bentuk dasar lelaki. Perhatikan perbedaan gambar bentuk perempuan dan gambar bentuk lelaki berikut ini.
woman
Gambar Bentuk Dasar Perempuan
Kiri: Bentuk dasar untuk desain elegan dan anggun
Kanan: Bentuk dasar untuk desain dinamis dan bergaya
Man
Gambar Bentuk Dasar Lelaki
Saat menggambar desain busana, tidak perlu menggambarkan bentuk dasar seluruhnya. Cukup gambarkan bagian bentuk yang kita perlukan saja, namun tetap berdasarkan  gerakan anatomi tubuh yang sesuai.
Cara Menggambar Desain Busana
Sebagai langkah awal, Anda dapat menggambar desain busana dengan bantuan gambar bentuk dasar orang. Caranya:
1. Cetak gambar bentuk dasar kemudian jiplaklah gambar bentuk dasar dengan pensil. Tipis-tipis saja menjiplaknya.
2. Buatlah gambar desain busana yang Anda inginkan di atas gambar bentuk dasar tersebut.
3. Setelah gambar desain busana siap, hapus goresan pensil.
Semakin sering Anda berlatih, maka semakin lincah Anda menggambar. Pada akhirnya, Anda tidak lagi memerlukan gambar bentuk dasar tersebut.
Rincian Desain
Setelah gambar desain lengkap, tambahkan keterangan tertulis yang menjelaskan rincian desain busana tersebut. Hal ini berguna agar penjahit tidak keliru membaca dan menerjemahkan gambar desain kita. Desain busana yang dilengkapi dengan keterangan terperinci ini disebut “Desain Produksi”. Perhatikan contoh desain produksi blus berikut ini.
desain sketsa produksiKeterangan gambar desain:
1. Inzet gambar bagian busana yang perlu dicermati lebih dekat, misalnya bagian belakang busana, detail leher, atau detail lengan.
2. Keterangan tertulis tentang desain, misalnya jenis kancing yang digunakan, nama jenis kerah, jenis hiasan (pita, manik-manik, payet, sulam, frill) dan teknik jahit.
Tip Mendesain Busana
Lama saya tidak menggambar desain busana. Beberapa hari yang lalu saya menggambar desain blus batik. Saya heran juga bahwa dalam beberapa goresan saja desain blus tersebut siap tanpa kesalahan coret. Hal ini menyadarkan saya bahwa dalam menggambar sebuah desain, kita perlu:
1. Membayangkan ide desain pada ruang benak sampai matang.
2. Mantap menggambarkan desain yang kita inginkan pada kertas.
2. Apabila bimbang karena ada ide lain datang, tetaplah pada ide pertama. Singkirkan ide lain itu sejenak.  Setelah ide pertama tertuang, gambarkan ide lain pada kertas kedua.
Catatan:
1. Mohon maaf gambar desain saya dibuat pada kertas bekas, jadi gambar fotonya amatiran.
2. Blus yang saya desain belum dijahit, jadi foto blus tersebut belum dapat ditampilkan. Setelah blus tersebut siap jurnal ini akan saya perbarui. Insya Allah.

PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN MENGHIAS BUSANA


Menyiapkan Tempat Kerja, Alat dan Bahan dalam MENGHIAS BUSANA


Sebelum kita membuat hiasan atau melakukan pekerjaan menghias baik itu menghias lenan rumah tangga ataupun menghias busana terlebih dahulu perlu disiapkan tempat kerja, alat serta bahan yang dibutuhkan untuk menghias. Agar pekerjaan dapat berjalan efektif dan efesien maka tempat atau ruang kerja hendaklah ditata sebaik mungkin.ruang kerja  hendaknya tidak sempit atau dapat memberi keleluasaan dalam bekerja. Di sekolahhumumnya kegiatan ini dilakukan di workshop atau bengkel.
Bengkel atau workshop hendaklah bersih dan memberi kenyamanan untuk bekerja. Semua alat dan bahan yang dibutuhkan untuk menghias ditata sesuai dengan kegunaannya.
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menghias sebaiknya disediakan seluruhnya sebelum pekerjaan menghias dilakukan. Ini bertujuan untuk menghemat waktu dan untuk kelancaran dalam bekerja. Karena pekerjaan menghias kain atau menghias busana ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran maka dalam bekerja tidak salahnya distel musik yang dapat membangkitkan gairah dalam bekerja sehingga bekerja menjadi tidak membosankan.
Untuk menghias busana dibutuhkan alat dan bahan. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan di antaranya yaitu :
1. Jarum tangan dengan berbagai ukuran
2. Jarum pentul
3. Gunting besar dan gnting kecil
4. Tudung jari
5. Pandedel
6. Rader
7. Karbon jahit
8. Ram atau pemidangan
9. dll
Adapun bahan yang dibutuhkan untuk menghias busana disesuaikan dengan jenis hiasan yang di gunakan. Secara umum bahan yang dibutuhkan untuk menghias busana adalah bahan utama dan bahan penunjang. Bahan utama yaitu kain yang akan di hias. Sedangkan bahan penunjang merupakan bahan yang digunakan untuk membuat hiasan itu sendiri. Bahan ini dapat berupa aneka jenis benang, aneka jenis pita, aneka jenis tali, manik, payet, batu-batuan dan lain-lain. Aneka jenis benag di antaranya seperti benang bordir, benang sulam, benang wol dan lain-lain. Jenis benang ini biasanya di jual dengan aneka rupa sesuai dengan yang diproduksi pada waktu itu, karena perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi, perkembangan bahan tekstilpun juga makin berkembang pesat.

BELAJAR MENDESAIN BUSANA


BALAJAR CARA MEN DESAIN BUSANA (BAG 1)

Bagi teman-teman yang ingin bisa mendisain busana sendiri, disini saya akan berbagi tentang cara mendisain busana sendiri. Tulisan ini terdiri dari 9 bagian dari mulai mengenal pengertian desain, unsur-unsur desain, cara menggambar bagian-bagian tubuh dalam desain, cara menggambar bagian-bagian busana sampai pada pewarnaan gambar. Semoga artikel ini bisa membantu teman-teman, paling tidak saat mau ke penjahit teman-teman bisa menggambar sendiri model pakaian yang teman-teman inginkan dan si penjahit juga tidak kesulitan untuk memahami model pakaian yang teman-teman maksudkan. Akhirnya Selamat mencoba, dan jangan mudah putus asa ya...!


Busana dan pelengkap (milineris dan asesoris) yang kita pakai setiap hari dibuat tidak asal jadi, tetapi berdasarkan pola atau rancangan tetentu yang disebut dengan desain. Semakin maju tingkat kehidupan masyarakat, semakin banyak memerlukan peran desain, semakin tinggi selera masyarakat semakin tinggi pula tuntutan kecermatan desainnya. Hal ini disebabkan karena dalam berbusana manusia selalu menuntut dua nilai sekaligus, yaitu nilai jasmaniah berupa enak dan nyaman dipakai dan nilai rohaniah berupa keindahan dan keanggunan.
Desain busana merupakan pengetahuan dasar bagi seorang calon desainer. Pada desain busana ini akan dijelaskan tentang pengertian desain busana, jenis-jenis desain, unsur-unsur desain, prinsip-prinsip desain, alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mendesain, desain anatomi tubuh, teknik menggambar bagian-bagian busana dan teknik pewarnaan, dan penyelesaian desain.
Sebuah desain tidak mungkin tercipta tanpa ada unsur-unsur pembentuknya, dan tidak akan indah atau menarik dilihat tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip desain. Apa saja yang tergolong pada unsur dan prinsip desain ini akan dibahas secara mendalam pada bab ini. Dengan pengetahuan tentang desain ini, diharapkan seorang calon desainer dapat membuat desain busana dengan baik dan benar.
Desain tidak hanya sekedar gambar saja, tetapi dengan desain seseorang dapat membuat pakaian mulai dari mengambil ukuran, membuat pola, pecah pola, menggunting sampai menjahit pakaian. Dengan kata lain, desain merupakan pedoman seseorang dalam mewujudkan pakaian ke bentuk sebenarnya. Jadi, jelaslah bahwa desain memegang peranan penting dalam pembuatan suatu pakaian.

A. Pengertian Desain
Desain berasal dari bahasa Inggris (design) yang berarti ”rancangan, rencana atau reka rupa”. Dari kata design muncullah kata desain yang berarti mencipta, memikir atau merancang. Dilihat dari kata benda, ”desain” dapat diartikan sebagai rancangan yang merupakan susunan dari garis, bentuk, ukuran, warna, tekstur, dan value dari suatu benda yang dibuat berdasarkan prinsip-prinsip desain. Selanjutnya, dilihat dari kata kerja, desain dapat diartikan sebagai proses perencanaan bentuk dengan tujuan supaya benda yang dirancang mempunyai fungsi atau berguna serta mempunyai nilai keindahan.
Desain merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda seperti busana. Desain dihasilkan melalui pemikiran, pertimbangan, perhitungan, cita, rasa, seni, serta kegemaran orang banyak yang dituangkan di atas kertas berwujud gambar. Desain ini mudah dibaca atau dipahami maksud dan pengertiannya oleh orang lain sehingga mudah diwujudkan ke bentuk benda yang sebenarnya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa desain merupakan bentuk rumusan dari suatu proses pemikiran, pertimbangan, dan perhitungan dari desainer yang dituangkan dalam wujud gambar. Gambar tersebut merupakan pengalihan gagasan atau pola pikir konkret dari perancang kepada orang lain. Setiap busana adalah hasil pengungkapan dari sebuah proses desain.
B. Jenis-Jenis Desain
Secara umum desain dapat dibagi 2, yaitu desain struktur (structural design) dan desain hiasan (decorative design).
1. Desain Struktur (Structural Design)
Desain struktur pada busana disebut juga dengan siluet busana (silhouette). Siluet adalah garis luar dari suatu pakaian, tanpa bagian-bagian atau detail seperti lipit, kerut, kelim, kup, dan lain-lain. Namun jika detail ini ditemukan pada desain struktur, fungsinya hanyalah sebagai pelengkap.
Berdasarkan garis-garis yang dipergunakan, siluet dapat dibedakan atas beberapa bagian yang ditunjukkan dalam bentuk huruf. Dalam bidang busana dikenal beberapa siluet, yaitu:
a. Siluet A
Merupakan pakaian yang mempunyai model bagian atas kecil, dan bagian bawah besar. Bisa juga tidak mempunyai lengan.
b. Siluet Y
Merupakan model pakaian dengan model bagian atas lebar tetapi bagian bawah atau rok mengecil.
















c. Siluet I
Merupakan pakaian yang mempunyai model bagian atas besar atau lebar, bagian badan atau tengah lurus dan bagian bawah atau rok besar.


d. Siluet S
Merupakan pakaian yang mempunyai model dengan bagian atas besar, bagian pinggang kecil dan bagian bawah atau rok besar.
e. Siluet T
Merupakan pakaian yang mempunyai desain garis leher kecil, ukuran lengan panjang dan bagian bawah atau rok kecil.

f. Siluet L
Merupakan bentuk pakaian variasi dari berbagai siluet, dapat diberikan tambahan dibagian belakang dengan bentuk yang panjang/drapery. Bentuk ini biasanya terlihat pada pakaian pengantin barat.

2. Desain Hiasan (Decorative Design)
Desain hiasan pada busana mempunyai tujuan untuk menambah keindahan desain struktur atau siluet. Desain hiasan dapat berupa krah, saku, renda, sulaman, kancing hias, bus, dan lain-lain.
Desain hiasan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut, yaitu:
a. Hiasan harus dipergunakan secara terbatas atau tidak berlebihan.
b. Letak hiasan harus disesuaikan dengan bentuk strukturnya.
c. Cukup ruang untuk latar belakang, yang memberikan efek kesederhanaan dan keindahan terhadap desain tersebut.
d. Bentuk latar belakang harus dipelajari secara teliti dan sama indahnya dengan penempatan pola-pola pada benda tersebut.
e. Hiasan harus cocok dengan bahan desain strukturnya dan sesuai dengan cara pemeliharaannya.

CARA MENGGAMBAR SKETSA ANIME JEPANG


manga

Teknik Dasar enggambar Manga

Secara sederhana, menggambarwa wajah manga dapat dijelaskan sebagai berikut
Pada dasarnya sudut yang paling sering adalah sudut yang nampak depan, 3/4 depan dan samping untuk yang lainnya biasanya penambahan dari dasar-dasar ini.
Menggambar wajah tampak depan 
1.Buat pola dasar lingkaran dan garis seperti gambar kiri,s etelah itu buat bentuk alis diantara dua garis seperti pada gambar sebelah kanan.
2.Bentuk pola dasar mata di bawah alis dan bentuk detail mata,lalu tambahkan bentuk hidung dan bibir seperti pada gambar,usahakan jarak antara hidung dan bibir tidak terlalu dekat.Setelah bagian muka selesai bentuk pola rambut mengikuti pola dasar yang sudah ada seperti pada gambar kanan.
3.Jika sudah maka pola sketsa keseluruhan telah selesai anda dapat menebalkan gambar dengan spidol atau drawing pen sehingga nampak seperti gambar kanan.
Menggambar wajah tampak 3/4 depan
1.Seperti biasa membuat pola dasar 3/4 seperti gambar sebelah kiri,lalu buat pola mata seperti pada gambar sebelah kanan
2.Buat rambut karakter mengikuti pola mulai dari depan, pada pembentukan rambut bagian belakang buat aksesoris tali kepala. Jika sudah rapihkan gambar dan hapus pola dasar.

3.Jika sudah kalian bisa menebalkannya menggunakan spidol.
Menggambar wajah tampak samping
1.Buat pola dasar samping seperti pada gambar sebelah kiri, perhatikan pola dasar untuk membentuk hidung,bibir dagu setelah sesuai lanjutkan dengan membentuk mata dan rambut seperti gambar sebelah kanan.
2. Selesaikan bentuk bagian rambut setelah itu rapihkan gambar dari pola. Setelah semua selesai kalian bisa menebalkan gambar seperti pada gambar diatas. Selesai
Eyes Style 
Ragam-ragam Eyes Style yang dapat menjadi pacuan/contoh untuk menggambar manga yang bagus.
How-to-Draw-Manga
step by step membuat mata anime/manga:
draw_manga_eyes
Hair
hair
Gambar diatas adalah contoh rambut, jika anda ingin menggambar character perempuan.
Dan ini contoh gambar rambut untuk character laki-laki.
hair_2
MENGGAMBAR BIBIR/MULUT
Manga tidak lengkap tanpa kehadiran mulut,mulut yang menentukan bagus atau tidaknya suatu manga
Expresi mulut harus diimbangi dengan Expresi muka.
 04-manga-anime-lips-mouths
Langkah membuat kepala pada manga
1.Buatlah lingkaran dengan satu garis vertikal, dan dua garis horizontal
head1
2.Lalu tambahkan garis seperti gambar disamping secara serong,..Ikuti saja pada gambar
head2
3. Setelah mengikuti langkah ke-2, sekarang msk ke langkah ketiga,Yaitu, menggambar dagu,…..Disarankan Jangan terlalu besar dan jangan terlalu kebawah
head3
4.Garis yg tertera dibawah alis adalah tempat anda menggambar mata,…matanya bisa anda pilih pada gambar diatas, di awal.
head4
Jika sudah menyelesaikan tahap ini maka anda dapat menyelesaikan seperti gambar di bawah ini
anime-face-expressions
Body
 
Menggambar tubuh memang terlihat mudah tapi untuk dapat membuat gambar tubuh yang bagus coba lihat pada gambar di bawah ini
pose1 pose1a pose1b pose1c pose1d
Hands
Step by step menggambar tangan
hand1
1 .Pertama gambar lingkaran lingkaran seperti gambar dibawah ini . Letakan titik bulat didalam   lingkaran oval tersebut. Kemudian titik ini akan berguna untuk memudahkan menggambar dalam menentukan pusat dari jari-jari yang nanti akan kita digambar.
hand2
2.kedua gambar 5 buah garis lurus dengan berpusat pada titik pusat yang akan menjadi jari-jari, dimana garis terpanjang adalah garis untuk jari tengah. Gambar lingkaran oval diatas lingkaran oval pertama.
hand3
3. ketiga garis busur yang melewati ke empat garis yang panjangnya hampir sama kecuali bagian jempol. Garis busur paling luar untuk menentukan batas panjang dari jari. Lalu berikan titik titik untuk menentukan buku-buku dari jari.
hand4
4.Keempat Mulailah menggambar sketsa tangan dengan berpatokan pada garis garis bantu yang telah dibat sebelumnya dan juga menggunakan inspirasi kita agar gambar tidak terlalu buruk.
hand5
5Kelima dari gambar disamping dapat dilihat bahwa ibu jari ditekuk ke dalam. Pergerakan Jempol dan perubahan bentuk yang terjadi pada pangkal jempol. Agar gambar terlihat lebih alami maka tentukan dahulu titik pusat rotasi pada pangkal ibu jari. Kemudian buatlah lingkaran dengan radius yang digunakan adalah ibu jari (jempol).
hand6
6.Keenam gambar tangan disamping dapat dimodifikasi dengan merubah posisi jari-jari tersebut menjadi saling merapat menggunakan bayanagan, sehingga panjang jari telujuk dan jari manis terlihat sama tingginya.
MENGGAMBAR TEKUKAN BAJU:.
Tingkat-1
 
Hal paling penting untuk dipertimbangkan saat Anda menggambar pakaian atau jenis kain arah kain akan ditarik masuk Folds disebabkan dimanapun kain sedang diregangkan atau ditarik; mencari tahu bagaimana tepatnya Anda ingin kain untuk memindahkan , dan sisanya cukup mudah. Selalu ingat untuk mempertimbangkan angka di bawah pakaian, kain harus mengungkapkan bentuk angka di bawahnya
 
Di sebelah kiri adalah beberapa contoh jenis dasar lipatan. Perhatikan pergerakan setiap contoh di; kain mengalir ke bawah di atas kiri dua, karena mereka ditarik ke bawah oleh gravitasi. Jenis lipat akan pada sesuatu yang menggantung longgar, seperti jubah atau baju panjang. Pada contoh di bawah kanan kiri dan atas, kain tidak hanya ditarik oleh gravitasi, tapi membentang ke kiri (mungkin oleh lengan yang bawah pakaian). Lipatan menjadi lebih horizontal daripada vertikal makin jauh membentang. Juga perhatikan bagaimana terkadang lipatan bersarang dalam satu sama lain. Hal ini sering akan terjadi pada sendi atau daerah di mana pakaian longgar adalah berkumpul up. Gambar Atas kanan contoh yang sedikit
lebih kompleks dari sepotong kain yang lebih inert ditarik dalam viarety arah
Perhatikan bagaimana lipatan mengikuti arah kain ditarik masuk
Berikut adalah beberapa contoh bentuk lipatan dasar. Di sebelah kiri, kain ditarik ke bawah oleh gravitasi dan ke kanan oleh angin atau gerakan. Salah satu kiri, strip panjang kain berkumpul di dekat bagian atas. Ingatlah untuk menggunakan shading untuk memberikan bentuk yang lebih subjek Anda. Umumnya, Anda naungan sepanjang garis lipatan, atau pada tempat-tempat yang menurut Anda bayangan akan cor. Hal ini memerlukan beberapa membiasakan diri. Ini membantu untuk melihat lipatan aktual kadang-kadang untuk melihat mana untuk naungan. Kadang-kadang, aku akan sketsa tirai atau handuk tergantung di kursi hanya untuk berlatih dan mendapatkan merasa lebih baik tentang bagaimana pakaian yang berbayang.
clothing4
Berikut adalah beberapa contoh yang lebih acak dari unsure dan beberapa lengan
Yang paling penting untuk dicatat di sini adalah bentuk lipatan pada sendi dari lengan di tengah.
clothing13
Ini adalah beberapa lebih kompleks, tumpang tindih dan lipatan bersarang. Lebih detil anda menaruh ke dalamnya lipatan, semakin menarik akan terlihat. Di sebelah kiri, perhatikan bagaimana kain tandan di tempat itu diikat bersama-sama, berat kain menarik ke bawah dan menyebabkan kusut tambahan dan lipatan untuk membentuk di mana ia berkumpul bersama. Dasi itu sendiri yang diambil dengan banyak detail, dan kain di bawahnya longgar bertiup angin. Kain adalah berbayang di sekitar lipatan dan di ceruk-es yang dibentuk oleh kain. Pada gambar di sebelah kanan, panjang kain disampirkan di atas lantai; perhatikan bagaimana lipatan sarang di satu sama lain dan tumpang tindih, menciptakan efek yang menarik.
clothing11
Hal lain yang saya ingin tunjukkan adalah ketebalan kain dalam pertanyaan. Kain di contoh disamping muncul tipis dari kain dalam contoh yang lebih rendah. Perhatikan kedua kerah. Disamping, tepi melingkar kerah terhubung langsung ke seluruh kerah, sementara di bawah, ada ruang antara pelek melingkar dan bagian vertikal. Hal yang sama berlaku dengan tepi jubah itu. Sedangkan pada contoh di atas, tepi yang renyah dan tipis, pada contoh bawah ada ruang ekstra antara pelek dan seluruh jubah itu. Ruang ekstra membuat pakaian terlihat lebih tebal dan berat.
ACTION KOMIK
Beberapa contoh dari action komik yang dapat menjadi contoh anda
Lost_art__Action_poses_by_Dokuro